Thursday, 10 February 2011

musisi: mengatasi motor matic mati mendadak(kompresinya hi...

musisi: mengatasi motor matic mati mendadak(kompresinya hi...: "ni gw tulis tips sesuai pengalaman gue ...  lagi dijalan enak enak .. asik sambil nyelap nyelip atau lagi diparkir terus dhidupin trus ..."

obat sakit gigi untuk yang berlubang

lansung saja nggak usah basa-basi inilah obat untuk sakit gigi
ambil sedikit kapas ,tuangkan sedikit minyak goreng ke kapas tsb, kemudian bakar kapas tersebut dan biarkan sampai nyala apinya mati,setelah mati masukan kapas tersebut ka dalam gigi yang berlubang. lakukan hal tsb sampai berkali_kali, insya allah sakit gigi anda akan sembuh.
selamat mencoba ,mudah-mudahan berhasil. Amin......

Monday, 7 February 2011

Obat tradisional untuk jerawat

Jerawat adalah suatu hal yang membuat kita nggak PD , problem ini biasanya sering menimpa kalangan remaja baik laki2 maupun perempuan. Dulu waktu usia 15-22 tahun ,wajah saya banyak jerawatnya, sampai saya mencoba beberapa produk kosmetik ,tapi hasilnya nihil ,malah jerawat saya semakin banyak dan membesar.bahkan saya pencet hingga berdarah dan membakas nyampai timbul flek2 hitam. melihat hal tsb. Tetangga saya menyarankan kepada saya,untuk merebus air yang di campur daun sirih(daun suro) dan sedikit garam. kemudian setelah airnya masak di suruh untuk membasuhkan muka, terutama pada waktu menjelang dan sesudah tidur. alhamdulillah ternyata selang 3-4hari jerawat saya mulai mengempes.
Barang kali pengalaman saya bisa bermanfaat bagi anda semuanya , selamat mencoba,semoga berhasil. amin 3x.

Thursday, 30 December 2010

SNEX ,PANSER BIRU sahabat JETMAN,DAN BANASPATI

Buat pendukung PSIS dan PERSIJAP, jangan ada perseteruan diantara kalian, ciptakanlah persatuan. Snex dan Panser Biru adalah saudara tua Jetman dan Banaspati,jadi apa gunanya saling beradu otot (tawuran), kewajiban sesama saudara adalah saling tolong menolong,dan dukung mendukung. Ciptakan sepak bola Jateng yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Alangkah indahnya, kalau kalian menghiasi stadion dengan warna biru merah sambil bernyanyi dan sorak- sorai.

Wednesday, 15 December 2010

CARA BUKA KODE SANDI TELPON KARENA LUPA

terkadang kita lupa akan kode pengaman pada ponsel kita,maka yang terjadi ponsel tidak dapat di operaikan lagi,terpaksa harus di lakukan flash,dan berakibat data file yang terdapat pada ponsel hilang. Agar data atau file di Hp anda tidak hilang,maka gunakanlah langkah langkah berikut:
1. Hubungkan ponsel Anda ke PC

2.Jalankan logo manager dengan mengklik start > all programs > logo manager for nokia phones > logo manager.

3. Klik Tolls > Phone explorer atau tekan F9

4. setelah jendela Explorer terbuka ,perhatikan bagian kanan jendela. Dibagian phone info akan tertulis Security Code untuk ponsel

Tuesday, 14 December 2010

PROFIL DAN SEJARAH KLUB LIGA INGGRIS LIVERPOOL

Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kota Liverpool. Liverpool telah memenangkan 5 tropi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.

SejarahSalah satu klub tersukses di Inggris Raya. Didirikan pada 1892 akibat perseteruan antara Komite Everton FC dengan John Holding sebagai Presiden Club yang juga pemilik stadion Anfield. Akibat dari perseteruan itu, Everton akhirnya pindah ke stadion Goodison Park dan John Holding menjadikan stadion Anfield sebagai kandang Liverpool FC sampai sekarang. Klub sempat diberi nama Everton FC and Athletic Grounds, Ltd., atau diringkas Everton Athletic, namun FA menolak mengakui ada dua tim bernama Everton. Akhirnya pada bulan Juni 1892 John Houlding pun akhirnya memilih nama Liverpool FC. Liverpool menjelma kekuatan serius di kompetisi sepakbola Inggris.

Pada musim pertamanya, Liverpool FC berhasil menjuarai Lancashire League sebelum akhirnya bergabung dengan Divisi II Liga Inggris pada musim 1893/94. Pada musim pertamanya di Divisi II Liga Inggris, Liverpool FC langsung menjadi juara dan berhak untuk promosi ke Divisi I Liga Inggris ( sekarang Premiere League ). Tak butuh lama bagi Liverpool untuk mencicipi gelar di liga, karena pada musim pertamanya di Divisi I ini (musim 1900/01), Liverpool sukses menjuarai Divisi Satu dan mengulanginya lagi lima tahun kemudian. Liverpool FC sukses meraih juara liga 2 musim berturut-turut yaitu musim 1921/22 dan 1922/23, namun tidak mendapatkan tropi lagi sampai musim 1946/47 ketika berhasil meraih gelar liganya yang ke 5. Final Piala FA pertama dilakukan pada 1914, meskipun akhirnya mereka dikalahkan Burnley 1-0. Setelah mengarungi Divisi I selama lebih dari 50 tahun, akhirnya Liverpool FC mengalami kemerosotan dan terdegradasi ke Divisi II pada musim 1953/54.

Liverpool sempat terseok-seok sebelum akhirnya Bill Shankly datang sebagai manajer pada bulan Desember 1959. Shankly merombak tim secara besar-besaran dengan melepas 24 pemain lama dan menggunakan sebuah ruangan di stadion Anfield untuk menggelar rapat kepelatihan. Ruangan ini di namakan 'The Boot Room' yang berhasil melahirkan manajer-manajer legendaris Liverpool di kemudian hari. Di ruangan inilah Bill Shankly dan anggota 'Boot Room' lainnya seperti Bob Paisley, Joe Fagan dan Reuben Bennett mulai membangun kekuatan Liverpool FC yang membuat iri tim musuh. Hasil dari renovasi yang dilakukan oleh Bill Shankly mulai membuahkan hasil ketika berhasil promosi ke Divisi I pada musim 1961/62 dan menjadi juara liga pada musim 1963/64. Setelah menjuarai Piala FA yang pertama pada tahun 1965 dan menjuarai Liga pada musim 1965/66, Bill Shankly berhasil mempersembahkan gelar juara Liga dan piala UEFA pada musim kompetisi 1972/73. Musim berikutnya Bill Shankly berhasil mempersembahkan gelar piala FA setelah membantai Newcastle United 3-0. Tidak ada yang menyangka bahwa gelar piala FA itu merupakan persembahan terakhir dari seorang Bill Shankly. Karena secara tiba-tiba Bill Shankly memutuskan untuk pensiun. Pemain dan Liverpudlian ( julukan untuk penggemar fanatik Liverpool FC ) berusaha untuk membujuk, bahkan para pekerja di Liverpool mengancam akan melakukan mogok kerja. Tetapi Bill Shankly tetap pada pendiriannya dan menyerahkan tongkat manajerial kepada asisten-nya yaitu Bob Paisley. Bill Shankly akhirnya pensiun pada tahun 1974 dan bergabung dengan Liverpudlian di tribun The Kop.

Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti : Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuad muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.

Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.

Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.

Perginya 'King' Kenny Dalglish dan 2 tragedi yang mengerikan ( Heysel dan Hillsborough ) sepertinya memberikan trauma, hukuman atau kutukan yang mendalam bagi Liverpool Football Club. Kedatangan Graeme Souness pun tidak mengubah peruntungan Liverpool FC. Walaupun Souness bisa memberikan gelar Piala FA pada tahun 1992, tetapi dengan kebijakan transfer pemain yang kurang baik dan penerapan strategi yang sedikit membingungkan menjadikan Liverpool tampil tidak konsisten pada musim itu. Hal lain yang memperburuk hubungan Souness dan Liverpudlian adalah ketika Souness menceritakan proses pemulihan kesehatannya pasca operasi jantung kepada koran The Sun. Seperti diketahui bahwa masyarakat di Merseyside memboikot koran The Sun yang sering memojokkan Liverpudlian mengenai tragedi Hillsborough. Pada 28 Januari 1994 Graeme Souness akhirnya mengundurkan diri sebagai manajer Liverpool FC setelah tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA. Pelatih Roy Evans ditunjuk sebagai manajer Liverpool FC selanjutnya. Liverpool FC berada di urutan ke 8 klasemen hasil terburuk selama 29 tahun terakhir. Walaupun secara raihan gelar juara Graeme Souness tidak sukses, tetapi pada masa kepemimpinannya banyak lahir talenta muda diantaranya : Robbie Fowler, Steve McManaman, Jamie Redknapp, Rob Jones dan David James.

Manajer Liverpool selanjutnya adalah pelatih senior Roy Evans yang sudah bersama Liverpool FC selama lebih dari 30 tahun. Pada musim 1994/95 Liverpool menduduki peringkat 5 Liga Primer Inggris dan berhasil menjuarai Piala Liga dengan mengalahkan Bolton Wanderers dengan skor 2-1. Roy Evans berhasil mengembalikan ciri khas permainan Liverpool yaitu 'pass and move'. Tetapi permainan apik dan indah Liverpool FC pada masa ini tidak diimbangi determinasi dan agresifitas yang memadai dari para pemainnya, sehingga Liverpool pada masa Roy Evans sering disebut 'Spice Boys'. Selain semakin matangnya pemain seperti : Robbie Fowler, Steve McManaman dan Jamie Redknapp, pada masa kepelatihan Roy Evans muncul bakat muda bernama Michael Owen yang berhasil mencetak 18 gol dan menjadi PFA Young Player of the Year Award pada tahun 1998.

Pada musim kompetisi 1998/99 Liverpool FC menarik pelatih asal Prancis Gerard Houllier untuk berpartner dengan Roy Evans sebagai 'joint manager'. Tetapi Roy Evans merasa tidak cocok bekerjasama dengan Gerard Houllier, sehingga mengundurkan diri pada bulan November 1998. Setelah menjadi manajer tunggal, Houllier merombak total tim dengan memasukan pemain seperti : Sami Hyypia, Stephan Henchoz, Markus Babbel, Dietmar Hamann, Gary McAllister dan Emile Heskey. Selain muncul bintang muda Michael Owen, Houllier juga berhasil mempromosikan bakat muda dengan talenta luar biasa bernama Steven Gerrard. Tahun 2011 menjadi tahun terbaik Liverpool FC setelah mengalami kemerosotan prestasi di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga, Piala FA, Piala UEFA, Piala Charity Shield dan Piala Super UEFA. Keberhasilan ini memunculkan secercah harapan bagi Liverpool untuk dapat meraih gelar juara Liga Inggris yang terakhir diraih pada tahun 1990. Pada tahun 2003 Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga dan menduduki peringkat ke 4 pada musim 1993/94 sehingga berhak mengikuti kualifikasi Liga Champions. Walaupun berhasil memberikan sejumlah gelar buat Liverpool FC, tetapi taktik bertahan yang diterapkan Gerard Houllier dianggap tidak bisa bersaing untuk meraih gelar Liga Inggris. Taktik bertahan dan mengandalkan serangan balik sangat mudah diantisipasi oleh lawan, sehingga pada 24 Mei 2004 Gerard Houllier digantikan oleh Rafael Benitez.

Rafael Benitez datang ke Liverpool FC setelah berhasil membawa Valencia menjadi juara Liga Spanyol 2 kali dan juara Piala UEFA. Harapan Liverpudlian untuk menjadi juara Liga Inggris kembali membumbung tinggi setelah Benitez berhasil membawa Liverpool FC menjuarai Liga Champions untuk yang ke 5 kalinya. Pada final yang dikenang sebagai partai terhebat sepanjang masa, Liverpool FC berhasil mengalahkan AC Milan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tetapi gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan penalti Xabi Alonso berhasil membawa Liverpool FC ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Kiper Liverpool FC Jerzy Dudek menjadi pahlawan setelah berhasil menahan tendangan penalti Shevchenko. Kemenangan pada partai final Liga Champions inilah yang menjadi alasan kapten dan legenda hidup Liverpool FC Steven Gerrard untuk tidak pindah ke klub lain. Keputusan yang disambut gembira oleh para Liverpudlian. Liverpool FC kemudian dibawa Rafael Benitez untuk menjadi juara Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Piala UEFA CSKA Moskow dengan skor 3-1. Piala FA tahun 2006 menjadi piala terakhir yang dipersembahkan oleh Rafael Benitez untuk Liverpool FC. Dalam perjalanan menuju final piala FA, Liverpool FC mengalahkan Luton Town dengan skor 5-3, MU 1-0, Birmingham City 7-0 dan mengalahkan Chelsea 2-1 di semi-final. Di partai final Liverpool FC berhasil mengalahkan West Ham United dengan Steven Gerrard sebagai Man Of The Match. Steven Gerrard memberi umpan untuk gol pertama, melakukan tendangan voli untuk gol ke 2 dan melakukan tendangan jarak jauh yang fenomenal pada menit ke 91. Dengan skor 3-3 akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Walaupun selama pertandingan kiper Pepe Reina beberapa kali melakukan kesalahan fatal, tetapi pada saat adu penalti berhasil menahan 3 dari 4 tendangan pemain West Ham United. Final Piala FA ini disebut sebagai 'Final-nya Gerrard' dan dicatat sebagai partai final terbaik di era modern Piala FA. Setelah memenangi Piala Community Shield tahun 2006 dan berhasil mencapai final Liga Champions 2007, musim-musim berikutnya menjadi musim tanpa gelar bagi Rafael Benitez dan Liverpool FC. Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi Liverpudlian adalah kembalinya 'King' Kenny Dalglish untuk membidani Liverpool FC Youth Academy pada tahun 2009. Akhirnya Rafael Benitez berhaenti pada tanggal 3 Juni 2010 dan digantikan oleh Roy Hodgson. Pada masa kepemimpinan Rafael Benitez, Liverpool FC mengalami 2 kali peralihan kepemilikan klub. Yang pertama pada tahun 2007 ketika dibeli oleh George Gillett and Tom Hicks dan pada tahun 2010 ketika Liverpool FC di ambil alih New England Sports Ventures milik John W. Henry.

1 Juli 2010 Roy Hodgson resmi menangani Liverpool FC selama tiga tahun. Pada keterangan pers Roy Hodgson mengatakan sangat bangga bisa menangani klub sebesar Liverpool FC dan tidak sabar untuk bertemu dengan para pemain, Liverpudlian dan ingin segera bekerja di Melwood. Tetapi situasi di Liverpool FC pada saat itu masih sangat tidak menentu karena sedang dalam masa peralihan kepemilikan. Hiruk pikuk berita tentang kebangkrutan klub dan proses peralihan yang berkepanjangan sangat memengaruhi suasana di Liverpool FC pada saat itu. Liverpool FC pun akhirnya mengawali musim 2010/11 dengan sangat buruk. Sampai pertengahan bulan Oktober Liverpool FC berada di zona degradasi dan kalah dari klub divisi II Northampton Town. Selain itu Liverpool FC menghadapi ancaman pengurangan 9 poin dari FA bila tidak bisa menyelesaikan situasi internal. Akhirnya pada bulan Januari 2011 Liverpool FC dan Roy Hodgson sepakat untuk mengakhiri kerjasama dan posisi manajer selanjutnya dijabat oleh 'King' Kenny Dalglish untuk yang ke 2 kalinya sampai akhir musim.

Tepatnya 8 Januari 2011 'King' Kenny Dalglish resmi menjabat sebagai manajer Liverpool FC untuk yang ke 2 kalinya. Walaupun pada pertandingan perdana mengalami kekalahan di Piala FA, tetapi 'King' Kenny Dalglish berhasil mengembalikan performa pemain dan ciri khas 'pass and move' Liverpool FC. Buktinya 'King' Kenny Dalglish berhasil mengangkat Liverpool FC dari zona degradasi ke posisi 6 klasemen sementara Liga Inggris. Hasil ini tidak lepas dari keberanian 'King' Kenny Dalglish untuk menjual pemain bintang seperti Fernando Torres kemudian membeli Luis Suarez dari Ajax Amsterdam dan Andy Caroll dari Newcastle United. Keberanian dalam hal memasang pemain muda seperti : Martin Kelly, Jay Spearing dan Danny Wilson pun layak diacungi jempol. Raihan inilah yang membuat banyak pihak mendesak agar 'King' Kenny Dalglish di kontrak secara permanen sebagai manajer Liverpool FC.

PRESTASI

Juara Divisi Satu 18[12]
1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
Juara Divisi Dua 4
1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
Juara Liga Lancashire 1
1892-93
Liga Champions 5[12]
1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
1977/78 1-0 vs. Club Brugge
1980/81 1-0 vs. Real Madrid
1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
Juara Piala UEFA 3
1972/73, 1975/76, 2000/01
Juara Piala FA 7
1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
Juara Piala Remaja FA 2
1995/96, 2006/07
Juara Piala Liga 7[12]
1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
Juara Charity Shield 15
1963/64[13], 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77[13], 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
Juara Piala Super Eropa 3
1977, 2001, 2005
Juara Piala Super Inggris 1
1985/86
Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000

Monday, 13 December 2010

PROFIL DAN SEJARAH KLUB SERI-A JUVENTUS

Juventus Football Club (dari bahasa Latin:[5] iuventus: masa muda, diucapkan [juˈvɛntus]), biasa disebut sebagai Juventus dan popular dengan nama Juve, merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Italia yang berbasis di kota Turin, Piedmont, Italia. Klub ini didirikan pada 1897 dan telah mengarungi beragam sejarah manis, dengan pengecualian kejadian musim 2006-2007, di Liga Italia seri-A. Klub ini sendiri merupakan salah satu anak perusahaan dari FIAT Group, yang saat ini dimiliki oleh keluarga Agnelli, dan membawahi perusahaan-perusahaan lain seperti Fiat Automobile, Ducati Corse (termasuk tim balap MotoGP dan WSBK Ducati), tim F1 Scuderia Ferrari, Ferrari Corse, dan Maserati Automobile.

Juventus didirikan dengan nama Sport Club Juventus pada pertengahan tahun 1897 oleh siswa-siswa dari sekolah Massimo D'Azeglio Lyceum di Turin[20], tetapi kemudian berubah nama menjadi Foot-Ball Club Juventus dua tahun kemudian.[3] Klub ini bergabung dengan Kejuaraan Sepak Bola Italia pada tahun 1900. Dalam periode itu, tim ini menggunakan pakaian warna pink dan celana hitam. Juve memenangi gelar seri-A perdananya pada 1905, ketika mereka bermain di Stadio Motovelodromo Umberto I. Di sana klub ini berubah warna pakaian menjadi hitam putih, terinspirasi dari klub Inggris Notts County.[21]

Pada 1906, beberapa pemain Juve secara mendadak menginginkan agar Juve keluar dari Turin.[3] Presiden Juve saat itu, Alfredo Dick kesal dan ia memutuskan hengkang untuk kemudian membentuk tim tandingan bernama FBC Torino yang kemudian menjadikan Juve vs. Torino sebagai Derby della Mole.[22] Juventus sendiri ternyata tetap eksis walaupun ada perpecahan, bahkan bisa bertahan seusai Perang Dunia I.[21]

[sunting] Raja Italia
Juventus FC di tahun 1903.Pemilik FIAT, Edoardo Agnelli mengambil alih kendali Juventus pada 1923, dimana kemudian ia membangun stadion baru.[3] Hal ini memberikan semangat baru untuk Juventus, dimana pada musim 1925-26, mereka berhasil menjadi scudetto dengan mengalahkan Alba Roma dengan agregat 12-1. Pada era 1930-an, klub ini menjadi klub super di Italia dengan memenangi gelar lima kali berturut-turut dari 1930 sampai 1935, dibawah asuhan pelatih Carlo Carcano[21], dan beberapa pemain bintang seperti Raimundo Orsi, Luigi Bertolini, Giovanni Ferrari dan Luis Monti.

Juventus kemudian pindah kandang ke Stadio Comunale, tetapi di akhir 1930-an dan di awal 1940-an mereka gagal merajai Italia. Bahkan mereka harus mengakui tim sekota mereka, A.C. Torino.

Setelah Perang Dunia II, Gianni Agnelli diangkat menjadi presiden kehormatan. Klub ini lantas menambah dua gelar seri-A pada 1949–50 dan 1951–52, dibawah kepelatihan orang Inggris, Jesse Carver.

Dua striker baru dikontrak pada musim 1957–58; seorang Wales bernama John Charles dan blasteran Italia-Argentina Omar Sívori, yang bermain bersama punggawa lama seperti Giampiero Boniperti. Musim ini, Juve kembali berjaya di seri-A, dan menjadi klub Italia pertama yang mendapatkan bintang kehormatan karena telah memenangi 10 gelar Liga seri-A. Di musim yang sama, Omar Sivori terpilih menjadi pemain Juventus pertama yang memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa. Juve juga berhasil memenangi Coppa Italia setelah mengalahkan ACF Fiorentina di final. Boniperti pensiun di 1961 sebagai top skorer terbaik Juventus sepanjang masa dengan 182 gol di semua kompetisi yang ia ikuti bersama Juventus.

Di era 1960-an, Juve hanya sekali memenangi seri-A yaitu di musim 1966–67. Tetapi pada era 1970-an, Juve kembali menemukan jatidirinya sebagai klub terbaik Italia. Di bawah kepelatihan mantan pemain Juve Čestmír Vycpálek, Juve berhasil menambah dua gelar Seri-A pada musim 1971–72 dan 1972–73, dengan pemain bintang seperti Roberto Bettega, Franco Causio dan José Altafini. Selanjutnya mereka berhasil menambah dua gelar lagi bersama defender Gaetano Scirea. Dan dengan masuknya pelatih hebat bernama Giovanni Trapattoni, Juve berhasil memperpanjang dominasi mereka di era 1980-an.

[sunting] Merajai Eropa
Logo lama Juventus yang digunakan sebelum musim 2004-05.Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat seri-A porak poranda di 1980-an.[21] Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar seri-A empat kali di era tersebut. Puncaknya adalah pada 1982 dimana Juve menjadi klub seri-A pertama yang berhasil memenangi seri-A sebanyak 20 kali[23], dan itu berarti mereka boleh menambah tanda bintang di kausnya satu kali lagi. Paolo Rossi, salah satu pemain Juve bahkan terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia 1982.[24]

Setelah Rossi, pria Perancis bernama Michel Platini secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.[25] Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.[26] Diakhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.[21] Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.

SQUAD TIM


No. Pos. Nama
1 GK Gianluigi Buffon (wakil kapten)
2 DF Marco Motta (pinjaman dari Udinese)
3 DF Giorgio Chiellini
4 MF Felipe Melo
5 MF Mohamed Sissoko
6 DF Fabio Grosso
7 MF Hasan Salihamidžić
8 MF Claudio Marchisio
9 FW Vincenzo Iaquinta
10 FW Alessandro Del Piero ( kapten)
13 GK Alex Manninger
14 MF Alberto Aquilani (pinjaman dari Liverpool)
15 DF Andrea Barzagli
17 DF Armand Traoré (pinjaman dari Arsenal)
18 FW Fabio Quagliarella (pinjaman dari Napoli)
19 DF Leonardo Bonucci
20 FW Luca Toni
21 DF Zdeněk Grygera
23 MF Simone Pepe (pinjaman dari Udinese)
25 MF Jorge Andrés Martínez
26 DF Leandro Rinaudo (pinjaman dari Napoli)
27 MF Miloš Krasić
29 DF Paolo De Ceglie
30 GK Marco Storari
31 GK Marco Costantino
32 FW Alessandro Matri (pinjaman dari Cagliari)
43 DF Frederik Sørensen (pinjaman dari Lyngby

PRESTASI KLUB

Gelar juara nasional Italia Lega Calcio seri-A: 27 kali
Juara: 1905; 1925-26[61]; 1930–31; 1931–32; 1932–33; 1933–34; 1934–35; 1949–50; 1951–52; 1957–58; 1959–60; 1960–61; 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1974–75; 1976–77; 1977–78; 1980–81; 1981–82; 1983–84; 1985–86; 1994–95; 1996–97; 1997–98; 2001–02; 2002–03.
Posisi kedua: (20 kali) 1903; 1904; 1906; 1937–38; 1945–46; 1946–47; 1952–53; 1953–54; 1962–63; 1973–74; 1975–76; 1979–80; 1982–83; 1986–87; 1991–92; 1993–94; 1995–96; 1999–00; 2000–01; 2008-09
Lega Calcio seri-B: 1 kali[62]
Juara: 2006-07.
Piala Italia: 9 kali
Juara: 1937–38; 1941–42; 1958–59; 1959–60; 1964–65; 1978–79; 1982–83; 1989–90; 1994–95.
Juara kedua: (4 kali) 1972–73; 1991–92; 2001–02; 2003–04.
Piala Super Italia: 4 kali[63]
Juara: 1995, 1997, 2002, 2003.
Juara kedua: (3 kali) 1990; 1998; 2005.
Piala Kremlin : 2 kali
Juara : 1954, 1958.
[sunting] Gelar Eropa dan dunia Piala/Liga Champions: 2 kali[64][65]
Juara: 1984-85, 1995-96.
Juara kedua: (5 kali) 1972–73; 1982–83; 1996–97; 1997–98; 2002–03
Piala Winners UEFA: 1 kali[66]
Juara: 1983-84.
Piala UEFA/Liga Europa: 3 kali[67][68]
Juara: 1976-77, 1989-90, 1992-93.
Juara kedua: (satu kali) 1994–95.
Piala Intertoto: 1 kali[9][69][70]
Juara: 1999-2000.
Piala Super Eropa: 2 kali[71][72]
Juara: 1984, 1996.
Piala Toyota Intercontinental: 2 kali[54][73]
Juara: 1985, 1996.
Juara kedua: (satu kali) 1973.

PROFIL DAN SEJARAH KLUB LIGA SPANYOL BARCELONA

FC Barcelona - juga dikenal sebagai Barça, adalah sebuah klub olahraga di Barcelona, Katalonia, Spanyol yang mempunyai klub-klub dalam beberapa cabang olahraga, namun yang paling terkenal adalah sepak bola.

Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gasper. FC Barcelona memiliki motto "Barca bukan hanya sekedar klub" (El Barça, és més que un club) serta memiliki himne yang berjudul "El Cant del Barca" yang diciptakan oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola pada umumnya, FC Barcelona benar-benar milik dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya berada di Camp Nou, Barcelona.

Klub ini masuk menjadi peserta Primera División (Divisi Utama) sejak tahun 1928, dan bersama-sama Real Madrid dan Athletic Bilbao menjadi tim yang tak pernah terdegradasi ke Segunda División (Divisi Dua). Klub ini juga menjadi klub yang menjuarai liga Spanyol pertama kali. Dengan persembahan 20 gelar Liga Spanyol, 25 gelar Copa del Rey, 7 gelar Piala Super Spanyol, 3 gelar Liga Champions Eropa, 4 gelar Piala UEFA, 2 gelar Piala Super Eropa, FC Barcelona menjadi salah satu tim tersukses di Spanyol, Eropa, dan dunia. Bukti paling nyata ketika pada tahun 2009 FC Barcelona berhasil menjadi klub Spanyol pertama yang berhasil meraih gelar TREBLE (juara La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions). Dilanjutkan dengan raihan gelar Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan FIFA Club World Cup untuk melengkapi raihan gelarnya menjadi SEXTUPLE. FC Barcelona merupakan klub sepak bola pertama di dunia yang pernah melakukan raihan ini. Fans Barca juga sering dipanggil Culés

PRESTASI
PrestasiLiga Champions UEFA: 3
1991-92 FC Barcelona 1 - 0 Sampdoria
2005-06 FC Barcelona 2 - 1 Arsenal
2008-09 FC Barcelona 2 - 0 Manchester United
Piala UEFA: 4
1958 FC Barcelona 6 - 0 London XI; London XI 2 - 2 FC Barcelona
1960 FC Barcelona 4 - 1 Birmingham City; Birmingham City F.C. 0 - 0 FC Barcelona
1966 Real Zaragoza 2 - 4 FC Barcelona; FC Barcelona 0 - 1 Real Zaragoza
1971 FC Barcelona 2 - 1 Leeds United
Piala Super Eropa: 3
1992 Werder Bremen 1 - 1 FC Barcelona; FC Barcelona 2 - 1 Werder Bremen
1997 FC Barcelona 2 - 0 Borussia Dortmund; Borussia Dortmund 1 - 1 FC Barcelona
2009 FC Barcelona 1 - 0 FC Shakhtar Donetsk
Piala Winners: 4
1979 FC Barcelona 4 - 3 Fortuna Düsseldorf
1982 FC Barcelona 2 - 1 Standard de Liège
1989 FC Barcelona 2 - 0 Sampdoria
1997 FC Barcelona 1 - 0 Paris Saint-Germain
Liga Spanyol: 20
1928-29, 1944-45, 1947-48, 1948-49, 1951-52, 1952-53, 1958-59, 1959-60, 1973-74, 1984-85, 1990-91, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1997-98, 1998-99, 2004-05, 2005-06, 2008-09, 2009-10
Supercopa de España: 5
1984, 1992, 1993, 1995, 1997
Copa de la Liga: 2
1983, 1986
Copa del Rey: 25
1909-10, 1911-12, 1912-13, 1919-20, 1921-22, 1924-25, 1925-26, 1927-28, 1941-42, 1950-51, 1951-52, 1952-53, 1956-57, 1962-63, 1967-68, 1970-71, 1977-78, 1980-81, 1982-83, 1987-88, 1989-90, 1996-97, 1997-98, 2008-09
Piala Latin: 2
1949, 1952
Piala Joan Gamper: 31
1966, 1967, 1968, 1969, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1979, 1980, 1983, 1984, 1985, 1986, 1988, 1990, 1991, 1992, 1995, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2007
Piala Dunia Antar Klub : 1 2009
Skuat utamaPer 23 Desember 2010.[1]

SQUAD UTAMA

No. Pos. Nama
1 GK Víctor Valdés (Wk. kapten 2)
2 DF Daniel Alves
3 DF Gerard Piqué
5 DF Carles Puyol
6 MF Xavi Hernández (Wk. kapten 1)
7 FW David Villa
8 MF Andrés Iniesta (Wk. kapten 3)
9 FW Bojan Krkić
10 FW Lionel Messi
11 FW Jeffrén Suárez
No. Pos. Nama
13 GK José Manuel Pinto
14 MF Javier Mascherano
15 MF Seydou Keita
16 MF Sergio Busquets
17 FW Pedro Rodríguez
18 DF Gabriel Milito
19 DF Maxwell Andrade
20 MF Ibrahim Afellay
21 DF Adriano Correia
22 DF Éric Abidal

Sunday, 12 December 2010

PROFIL DAN SEJARAH KLUB LIGA JERMAN, BAYERN MUNCHEN

SejarahSetelah pertikaian antara manajemen klub dan pemain dari MTV 1879 München di bar “Gisela” di Schwabing, 11 pemain memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dibawah manajemen Franz John pada 27 Februari 1900. Nama yang dipilih untuk klub yang baru adalah FC Bayern München. Ini adalah awal dari cerita sukses yang unik Kemenangan ditahun 1932 di Nuernberg pada final melawan Eintracht Frankfurt adalah kemenangan pertama dari total 20 gelar kemenangan. FC Bayern München tidak ikut saat Bundesliga dibentuk. Namun ditahun 1965, klub ini dipromosikan dan menjadi nomor tiga pada musim berikutnya dan sejak saat itu menjadi anggota tetap di Bundesliga, memenangkan 21 gelar kemenangan Bundesliga dan menempatkan klub ini diurutan utama dari Bundesliga. Sejauh ini, FC Bayern München adalah klub tersukses.

Seratus tahun pertama Bayern München–Sejarah dan kisah suksesnya dimulai dan diakhiri dengan nama Franz. Apakah ini suatu kebetulan bahwa Franz John yang mendirikan FC Bayern dan seabad kemudian dengan Franz yang berbeda, kali ini Beckenbauer yang memimpin Bayern München menjadi klub yang disegani dan ideal dengan setumpuk gelar dibelakangnya di abad yang baru sebagai presidennya. Banyak hal yang membedakan masa dulu dan sekarang. Franz John mendirikan dan membangun Bayern dari nol dan relative senang dengan hasil kemenangan 7-1 Bayern dalam pertandingan pertamanya melawan tim sebelumnya, MTV 1879. Tapi John juga memberikan klub yang “karismatik” ini dengan keunikan pertamanya. Pada awal mulanya, orang mengenal sebagai Bayern, kemudian sebagai Schwabinger Bayern, dari topi unik para pemainnya. Pada masanya, Franz Beckenbauer telah membantu Bayern München menjadi seperti dirinya saat ini: klub internasional dengan jutaan penggemar, sebuah institusi yang menjangkau sampai jauh diluar persepakbolaan Jerman Tidak pernah dalam impiannya yang tergila sekalipun Franz John membayangkan bahwa timnya akan menjadi juara Jerman, juara Piala Eropa dan bahkan pemenang kejuaaraan antar klub internasional

PRESTASI KLUB

Gelar Tahun Runner-up
Piala Interkontinental 1977, 2001
Piala/Liga Champions 1974, 1975, 1976, 2001 1982, 1987, 1999, 2010
Piala Winners 1967
Piala UEFA 1996
Juara Jerman (-1963), Bundesliga/Liga Jerman (22x) 1931/1932, 1968/1969, 1971/1972, 1972/1973, 1973/1974, 1979/1980, 1980/1981, 1984/1985, 1985/1986, 1986/1987, 1988/1989, 1989/1990, 1993/1994, 1996/1997, 1998/1999, 1999/2000, 2000/2001, 2002/2003, 2004/2005, 2005/2006, 2007/2008, 2009/2010 1969/70, 1970/71, 1987/88, 1990/91, 1992/93, 1995/96, 1997/98, 2003/04, 2008/09
DFB-Pokal/Piala Jerman (17x) 1957, 1966, 1967, 1969, 1971, 1982, 1984, 1986, 1998, 2000, 2003, 2005, 2006, 2008, 2010 1985, 1999
Premiere Ligapokal/Piala Liga Jerman (10x) 1982, 1987, 1990, 1997, 1998, 1999, 2000, 2004, 2007, 2008 2006
Trofeo Santiago Bernabéu (3x) 1979, 1980, 2002

SQUAD TIM

No. Pos. Nama
1 GK Hans-Jörg But
2 DF Breno
5 DF Daniel Van Buyten
6 DF Martín Demichelis
7 MF Franck Ribéry
8 MF Hamit Altıntop
9 FW Williemsch Özil
10 MF Arjen Robben
11 FW Ivica Olić
16 DF Andreas Ottl
18 FW Miroslav Klose
21 DF Philipp Lahm
22 GK Rouven Sattelmaier
23 DF Danijel Pranjić
25 MF Thomas Müller
26 DF Diego Contento
28 DF Holger Badstuber
29 MF Christoph Knasmüllner
30 MF Luiz Gustavo
31 MF Bastian Schweinsteiger (wakil kapten)
33 FW Mario Gómez
35 GK Thomas Kraft
37 FW Nicola Sansone
39 MF Toni Kroos
44 MF Anatoliy Tymoshchuk

Sunday, 28 November 2010

PROFIL STADION KAMAL DJUNAEDI JEPARA

Stadion Kamal Junaidi
terletak di kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebelum berdiri stadion Gelora Bumi Kartini (GBK),Stadion ini di gunakan Persijap sebagai tempat laga kandang ketika Persijap masih bermain di Divisi UtamaBerkapasitas : 12.000 penonton (kapasitas yang terlalu kecil untuk kapasitas sebuah stadion)


Sejarah Singkat Nama Stadion Kamal Djunaidi

Pada tahun 1973 dalam kejuaraan piala makutrama Salatiga, yang mempertemukan Persijap vs Persipat pati, seorang stricker Persijap yang bernama Kamal Djunaidi tewas karena tersambar petir, dalam pertandingan tsb dimenangkan oleh Persijap 1-0 lewat gol Kamal Djunaidi, dan untuk mengenangnya , masyarakat jepara mengabadikan Nama Kamal Djunaidi sebagai nama stadion ini
.

PROFIL STADION BAE KUDUS

Kota : Kudus, Jawa Tengah

Dibangun : masih dalam tahap perencanaan

Kandang : -

Kapasitas : 40.000 kursi.

Tipe Stadion : Stadion Madya (Olympic)

Kategori : A


Sejarah Singkat

Thursday, 25 November 2010

PROFIL STADION WERGU WETAN KUDUS

Kota : Kudus, Jawa Tengah

Dibangun : -

Kandang : Persiku Kudus (Divisi Utama)

Kapasitas : 15.000 Penonton.

Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama

Kategori : D+

Sejarah Singkat

Stadion Wergu Wetan adalah stadion sepakbola yang terletak di Kota Kudus, Jawa Tengah. stadion ini merupakan kandang dari Persiku Kudus yang memiliki kapasitas sekitar 15.000 penonton.

Kondisi Sekarang

Tribun : C

Tempat duduk : C

Fasilitas : C

Rumput : C

Drainase : C

Penerangan : -

Papan Skor : C+

Kondisi : C
sumber:stadion-nusantaraku.blogspot.com

PROFIL STADION JATI DIRI SEMARANG

Sabtu, 11 Oktober 2008
Stadion Jatidiri


Kota : Semarang, Jawa Tengah

Dibangun : (Renovasi 2006)

Kandang : PSIS Semarang (Divisi Utama)

Kapasitas : 20.000 Penonton.

Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.

Kategori : C+

Big Match - Perang Bintang Liga Indonesia 2006 (Wil.Barat vs Wil.Timur 3-0)

Sejarah Singkat

Stadion Jatidiri adalah sebuah stadion yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Letaknya di bagian selatan Kota Semarang, tepatnya daerah Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur Stadion ini merupakan markas dari kesebelasan PSIS Semarang untuk berkiprah di Super Liga 2008Indonesia. Kapasitasnya mencapai 20.000 orang. Selain sebuah stadion, dalam satu kompleks ini juga terdapat GOR (Gedung Olah Raga), kolam renang, dan sarana olahraga lainnya. Stadion Jatidiri dibangun pada era pemerintahan Gubernur Muhammad Ismail.(sejarah singkat, sumber: google.com).

Kondisi Sekarang

Tribun : C

Tempat duduk : C

Fasilitas : C

Rumput : C

Drainase : C

Penerangan : B

Papan Skor : B

Kondisi : C+

Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah SNEX dan Panser Biru yang merupakan pendukung setia kesebelasan PSIS Semarang
sumber: stadion-nusantaraku.blogspot.com
.

PROFIL STADION GELORA BUMI KARTINI JEPARA

Stadion ini terletak di desa Ujung Batu kec.Jepara kab. Jepara, Jawa Tengah

Latar belakang Dibangunnya stadion ini,karena tidak memenuhinya kapasitas Stadion Kamal Djunaidi.

Dibangun pada tahun 2006, dan di gunakan sebagai laga
Kandang Persijap Jepara di kompetisi Super Liga dan Copa Indonesia

dengan kualitas rumput seperti stadion-stadion pada level Eropa. Kapasitas stadion kurang lebih 20.000 orang,diantaranya 13000 dengan tribun terbuka,dan 700
dengan tribun tertutup.





Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah JETMAN & BANASPATI yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persijap Jepara.

MASTER KODE NOKIA

1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

2. *#0000# Menampilkan versi firmware.

3. *#9999# Merupakan alternatif jika kode *#0000# tidak berfungsi.

4. *#8110# Menampilkan versi firmware (Nokia 8110).

5. *#21# Melihat pengalihan untuk semua panggilan ‘All calls’.

6. **21*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan.

7. **61*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang tidak terjawab.

8. **67*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan ketika sedang sibuk.
9. *#61# Melihat nomor pengalihan karena tidak dijawab ‘Call divert’.

10. *#62# Melihat nomor pengalihan karena diluar jangkauan ‘Call divert’ dan mengetahui kemana nomor tersebut dialihkan.

11. *#67# Melihat nomor pengalihan karena sibuk ‘Call divert’ dan mengetahui kemana nomor tersebut dialihkan.

12. *#2820# Menampilkan alamat IP Bluetooth.

13. *#30# Menampilkan nomor pribadi.

14. *#43# Melihat status ‘Call waiting’.

15. *#62209526# atau *#MACOWLAN Menampilkan alamat MAC WLAN.

16. *#67705646# Mengganti operator logo (tipe 3310, 3330).

17. *#73# Mereset timer ponsel dan skor game.

18. *#746025625# Menampilkan status SIM Clock. Jika ponsel anda mendukung fungsi power saving akan muncul tulisan “SIM Clock Stop Allowed”, itu berarti anda bisa mendapatkan waktu terbaik untuk standby.

19. *#7370# atau *#RESO# Mereset ke setingan awal (pabrikan), data-data akan terhapus

20. *#7760# Menampilkan kode pabrik/produk.

21. *#7780# atau *#rst0* Mereset ke setingan awal (pabrikan), data-data tidak akan terhapus.

22. *#92702689# atau *#war0anty# Menampilkan nomor serial, tanggal pembuatan, tanggal pembelian, tanggal terakhir servis (000 jika belum pernah diperbaiki) dan transfer user data. Pada beberapa ponsel setelah menggunakan kode ini anda harus merestart ponsel.

23. *#2640# Menampilkan kode pengamanan ponsel.

24. *#3370# Mengaktifkan EFR (Full Rate Codec), kualitas suara terbaik namun pemakaian baterai menjadi boros.

25. #3370# Untuk menonaktifkan EFR.

26. *#4720# Mengaktifkan Half Rate Codec, kualitas suara terendah namun pemakaian baterai menjadi lebih hemat.

27. #4720# Untuk menonaktifkan Half Rate Codec.

28. 10# Cara cepat untuk membuka nomor kontak yang tersimpan di kartu SIM berdasarkan nomor urut. Contoh angka 10 adalah nomor urut kontak.

29. #pw+1234567890+1# Mengunci status provider, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.

30. #pw+1234567890+1# Mengunci status provider, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.

31. #pw+1234567890+2# Mengunci status network, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.

32. #pw+1234567890+3# Mengunci status country, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.

Wednesday, 24 November 2010

PETA DESA NGELOWETAN DI UPLOAD DENGAN GOOGLE MAPS


inilah gambar peta desa Ngelowetan Kecamatan Mijen Kabupaten Demak yang di akses atau di up-load menggunakan google maps

Monday, 22 November 2010

MASTER KODE PONSEL MOTOROLA

Motorola

1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

2. *#303# OK Mengubah ke bahasa inggris.

3. *#300# OK Menampilkan versi software (SW and HW Version).

4. *#301# OK Test keypad.

5. 1234 OK Kode default ponsel.

6. *#311# OK Merubah kode ponsel default.

7. ***113*1* OK Net Monitor ON.

8. **113*1* OK Net Monitor OFF.

9. *#304# OK Set Off engineering mode.

10. *#304*1998072# OK Set On engineering mode.

11. *#307* OK Engineering test mode.

12. *#400# OK ADC call val.

13. 19980722 OK Master unlock code for phone and sim lock.

14. *#0000# OK Setting and restore.

15. *#402# OK Contrast

16. *#305# OK Location 1

Saturday, 20 November 2010

MASTER KODE HP SAMSUNG

Samsung

1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

2. *#9999# atau *#9998*9999# Menampilkan versi software.

3. *#9999# atau *#9998*8888# Menampilkan versi hardware.

4. *#9998*76# Menampilkan nomor produksi.

5. *#9998*288# atau *#0288# Mengecek status baterai.

6. *#0246# atau *#0377# Menampilkan kapasitas ruang penyimpanan / memori.

7. *#9998*782# atau *#0782# Menampilkan tanggal dan waktu alarm.

8. *#8999*638# Menampilkan informasi jaringan telepon.

9. *#9998*523# atau *#0523# Mengatur kontras layar.

10. *#8999*5646# Mengubah logo operator.

11. *#0289# Tes ringtone.

12. *#9998*842# atau *#0842# Tes vibrate.

13. *#9998*289# atau *#0289# Mengubah suara alarm.

14. *#9998*746# atau *#0746# Melihat informasi kartu SIM

15. *2767*2878# Mengunci ponsel.

16. *2767*3855# Mereset memori, jangan lupa mencabut kartu SIM.

17. *#0324# Net Monitor

18. *#0001# Display RS232 serial communication parameter setup.

19. *9266# Display received channel number and received intensity.

20. *#9998*377# atau *#0377# Software error LOG (wrong display of EEPROM).

21. *#9998*778# atau *#0778# SIM Service Table.

22. *#0837# Instruction Software.

23. *#0001# Show Serial Parameter.

24. *#9998*968# View Melody Alarm.

25. *#9998*585# Non Volatile Memory.

26. *#3243948# Digital Audio Interference off.

27. *#32436837# Digital Audio Interference.

28. *#9998*4357# Help Menu.

29. *#9998*5282# Java Menu.

30. *2767*5282# Java Reset.

31. *2767*927# WAP Reset.

32. *2767*63342# Reset Media.

33. *#9999#0# Monitor Mode.

Thursday, 18 November 2010

MASTER KODE HP SONY ERICSON

Sony Ericsson

1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

2. *#0000# atau 0000 Mereset kembali ke bahasa inggris.

3. >*<<*<* Melihat service menu dan versi software. Tekan tombol Yes berulang kali untuk melihat semua data software dan tekan > untuk melihat semua teks yang terdapat pada ponsel.

4. <**< Untuk mengunci SIM Card agar tidak bisa mengganti SIM Card. Untuk membukanya dengan unlock code.

5. *<<* Mengunci layanan provider.

6. **04*0000*0000*0000# Mengakses ponsel tanpa SIM Card.

7. 0# Melihat nomor terakhir yang ditelepon.

Tuesday, 16 November 2010

KOMUNITAS BLOGER MIJEN DEMAK

Banyak sekali warga masyarakat Mijen-Demak yang sebagian besar sebagai perantau,tentunya mereka di sana,berkeinginan untuk mengetahui berbagai informasi
yang ada di kecamatan tercinta ini. Mengingat hal diatas, maka dari itu, saya mempunyai masukan kepeda bloger-bloger senior yang ada dikecamatan Mijen,untuk membentuk suatu komunitas bloger yang didalamnya banyak berisi tentang serba-serbi kecamatan Mijen,yang bertujuan mempermudah masyarakatnya yang ada diluar daerah untuk mendapatkan beberapa informasi perkembangan di kecamatan Mijen.